BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah mendorong diversifikasi produk dengan memanfaatkan potensi sumber daya perairan yang berasal dari sungai maupun laut.
Kepala Bidang Industri Disdagperin Provinsi Kalimantan Tengah, Simon F. Obos, mengatakan selama ini sebagian pelaku usaha masih mengandalkan penjualan ikan dalam kondisi segar.
Kondisi tersebut menyebabkan masa simpan produk relatif terbatas, sementara peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi melalui pengolahan belum dimanfaatkan secara optimal.
“Selama ini kita masih terlalu bergantung pada penjualan ikan dalam bentuk segar,” kata Simon dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Kamis, 16 September 2026.
Menurutnya, tanpa diversifikasi, nilai ekonomi produk perikanan akan tetap rendah, mudah rusak, dan belum memberikan keuntungan maksimal bagi pelaku usaha.
Karena itu, peserta pelatihan tidak hanya dibekali keterampilan teknis pengolahan, tetapi diberikan pemahaman mengenai inovasi produk dan pemanfaatan teknologi tepat guna.
Simon mengatakan pengembangan produk olahan ikan diharapkan dapat terus mengangkat potensi serta kearifan lokal Kalimantan Tengah sehingga ke depan mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah.
“Sinergi sangat penting. Kita tidak hanya bicara soal banyaknya hasil tangkapan, tetapi bagaimana kreativitas dalam hilirisasi mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kita hingga ke tingkat nasional,” katanya. (HERMAWAN DP/H)









