PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Dua relawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di lapangan menerima tali asih dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia.

Kedua relawan tersebut yakni Ahmadin alias Itam Madin bin H. Gusti Djamliansyah, relawan pemadam kebakaran yang tergabung dalam Huma Singgah Itah, serta Aries Sutio Lutfhil Hadi, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Posko Danau Masoraian, Kecamatan Kotawaringin Lama.

Ahmadin meninggal dunia pada 30 Agustus 2026 saat menjalani perawatan di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun.

Sementara Aries Sutio Lutfhil Hadi mengembuskan napas terakhir pada 10 September 2026 setelah berjibaku memadamkan kobaran api di Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat, Samuel, mengatakan tali asih dari Kementerian Kehutanan tersebut diserahkan langsung oleh Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan, Novia Widyaningtyas, S.Hut., M.Sc.

Novia juga diketahui bertugas sebagai Ketua Tim Pendampingan Daerah Satgas Supervisi Pengendalian Kebakaran Hutan (Karhutla) Kementerian Kehutanan di Provinsi Kalimantan Tengah.

"Staf Ahli Kementerian Kehutanan Ibu Novia hadir di Pangkalan Bun pada tanggal 16 September 2026. Sebelum ke rumah duka, beliau terlebih dahulu mampir ke Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Karhutla Kabupaten Kobar yang diterima langsung oleh Ibu Bupati selaku Komandan Satgas Karhutla Kobar," kata Samuel, Kamis, 17 September 2026.

Samuel menjelaskan, masing-masing keluarga korban menerima tali asih sebesar Rp25 juta. Bantuan tersebut telah diserahkan dan diterima langsung oleh istri masing-masing korban.

Menurut Samuel, dalam penyerahan bantuan tersebut, Novia turut menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus apresiasi atas dedikasi kedua relawan yang gugur ketika menjalankan tugas memadamkan karhutla.

"Pada saat menyampaikan tali asih, Ibu Novia menyampaikan rasa duka mendalam dan menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan oleh kedua relawan yang gugur saat berjibaku dengan kobaran api," ujar Samuel.

Selain memberikan tali asih, Kementerian Kehutanan juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat atas upaya penanganan karhutla yang hingga kini masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Kementerian Kehutanan juga menyatakan akan memberikan dukungan untuk membantu kelancaran penanganan karhutla di wilayah Kotawaringin Barat.

Samuel mengatakan, dalam pertemuan dengan Bupati Kotawaringin Barat, salah satu kebutuhan yang disampaikan pemerintah daerah adalah peralatan pemadam kebakaran yang mudah dibawa menuju titik api.

"Pada saat pertemuan dengan Ibu Bupati dengan Ibu Novia, Ibu Bupati minta bantuan alat pemadam kebakaran portable yang bisa dibawa dengan mudah. Pasalnya, titik api berada di dalam sehingga armada pemadaman kebakaran kesulitan untuk menjangkau titik api," jelasnya.

Menurutnya, peralatan pemadam yang dapat dijinjing sangat dibutuhkan untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses kendaraan, sekaligus mendekati sumber api dan sumber air.

"Alat pemadam yang efektif saat ini yang bisa dijinjing untuk mendekati titik api dan sumber air," pungkasnya. (DANANG/H)