KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Sentra Budi Luhur Banjarbaru menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai total Rp582,7 juta (Rp582.716.708) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Penyerahan bantuan secara simbolis digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Kamis, 17 September 2026.

Rangkaian kegiatan bakti sosial yang berlangsung sejak 15 hingga 18 September 2026 tersebut mencakup berbagai program penanganan sosial dan layanan kesehatan masyarakat. Bantuan menyasar kelompok rentan yang terdiri atas kelompok anak, penyandang disabilitas, hingga eks-penderita kusta.

Berdasarkan data penyaluran, sebanyak 137 orang menerima paket bantuan ATENSI berupa pemenuhan kebutuhan dasar dan nutrisi, paket sembako, perlengkapan sekolah, serta sepeda. Selain itu, Kemensos juga menyerahkan alat bantu aksesibilitas seperti kruk, alat bantu dengar, walker, tongkat kaki empat, hingga kursi roda biasa dan kursi roda elektrik.

Di sektor pelayanan medis, kegiatan ini memfasilitasi operasi katarak gratis bagi 86 penerima manfaat di Vision Center Kapuas hasil kerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). Selain itu, digelar khitanan massal bagi 14 anak, pemeriksaan kesehatan gratis, pembersihan lingkungan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), serta pendampingan program Bebas Pasung di Kecamatan Kapuas Timur.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Wakil Bupati Kapuas, Dodo, menyampaikan apresiasinya atas dukungan program dari Kementerian Sosial dan mitra terkait.

"Kami atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian berbagai pihak dari Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Kementerian Sosial, hingga PERDAMI yang telah menyalurkan bantuan sekitar Rp582 juta untuk berbagai kegiatan sosial dan medis ini. Ini sangat membantu warga kita, dan kami berharap sinergi serta kepedulian seperti ini terus berlanjut ke depannya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Radna Dewi Sartika, menegaskan bahwa penentuan sasaran penerima bantuan telah melalui tahapan penyaringan ketat di tingkat lapangan.

"Seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan asesmen bersama dinas teknis setempat. Pihaknya berharap sinergi berkelanjutan ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian masyarakat di Kabupaten Kapuas," kata Radna.

Menindaklanjuti ketepatan sasaran bantuan sosial secara umum, pemerintah daerah menginstruksikan para camat, lurah, hingga kepala desa untuk memutakhirkan Data Tunggal Kementerian Sosial (Desil 1–10). Pembenahan data tersebut diwajibkan melalui mekanisme Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) agar penyaluran program bantuan ke depan tepat sasaran dan objektif. (SABRIANOOR/H)