BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Nurhidayah, menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 SMP Negeri 1 Arut Selatan, Senin, 21 September 2026.
Menurut Nurhidayah, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan yang berlangsung cepat, terutama di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik. Tak hanya itu, sekolah menjadi ruang untuk membentuk karakter, menumbuhkan kemandirian, mengasah kreativitas, serta membangun budaya belajar pada peserta didik.
"Tujuh puluh satu tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Sekolah bukan sekadar tempat untuk memperoleh nilai dan menyelesaikan jenjang pendidikan. Sekolah adalah tempat menanamkan karakter, membangun budaya belajar, mengembangkan kreativitas, melatih kemandirian, serta mempersiapkan anak-anak kita menghadapi perubahan zaman," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kobar, Nurhidayah juga mendorong para siswa untuk menjadikan masa sekolah sebagai kesempatan mengembangkan potensi diri. Ia meminta siswa membangun kebiasaan disiplin, tekun belajar, menjaga moralitas, serta menggunakan teknologi secara bijak.
Nurhidayah menyebutkan, pencapaian tidak dapat diraih secara instan. Menurutnya, prestasi membutuhkan proses yang dibangun melalui kerja keras, ketekunan, kedisiplinan, doa, dan kemauan untuk terus belajar.
"Prestasi tidak lahir dalam satu malam. Prestasi lahir dari disiplin, kerja keras, ketekunan, doa, dan kemauan untuk terus belajar. Kalianlah kelak yang akan menjadi orang-orang hebat untuk melanjutkan estafet pembangunan Kabupaten Kotawaringin Barat," tuturnya.
Selain berbicara mengenai pendidikan dan pembangunan SDM, Pemimpin Kabupaten Kobar turut mengingatkan warga sekolah mengenai kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Kobar.
Ia mengajak siswa, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, upaya menghadapi karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi membutuhkan kesadaran serta keterlibatan masyarakat.
"Penanganan karhutla membutuhkan kepedulian, kesadaran, dan gotong royong seluruh masyarakat. Mari kita tanamkan kepada anak-anak kita bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama," ujarnya.
Nurhidayah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla, ia meminta masyarakat memperhatikan kesehatan dengan menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Terakhir, Nurhidayah menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, serta alumni yang selama ini berkontribusi dalam mendukung kemajuan SMPN 1 Arut Selatan.
Ia berharap keberadaan sekolah tersebut terus menjadi bagian penting dalam mencetak generasi muda Kobar yang memiliki karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah. (NURITA/H)









