KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Tim pencari dan penyelamat gabungan berhasil mengevakuasi sembilan korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dari dalam bangkai kapal di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, hingga Rabu sore, 23 September 2026.

Penemuan tersebut berlangsung pada hari ke-11 operasi SAR, atau memasuki hari keempat masa perpanjangan operasi pencarian dan pertolongan sejak kapal tenggelam pada Minggu, 13 September 2026 lalu.

Proses evakuasi dilakukan setelah tim penyelam memfokuskan pencarian pada sejumlah lorong dan kompartemen di bagian dalam bangkai kapal. Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) bersama personel TNI Angkatan Laut menghadapi kondisi bawah laut dengan arus yang kencang dan jarak pandang terbatas akibat sedimentasi.

Korban yang ditemukan dari dalam bangkai kapal kemudian dievakuasi secara bertahap ke KN SAR Pacitan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Proses tersebut dilakukan berulang kali dengan mempertimbangkan kondisi medan serta keselamatan para penyelam.

Untuk mempercepat proses pemindahan korban dari laut menuju Banjarmasin, Basarnas juga mengerahkan helikopter HR 3601. Korban yang telah dievakuasi dan dihimpun di KN SAR Pacitan kemudian diterbangkan secara bertahap menuju pangkalan udara di Banjarmasin.

Setibanya di Banjarmasin, sembilan jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara. Selanjutnya, tim Disaster Victim Identification (DVI) melakukan proses identifikasi dengan mencocokkan data ante-mortem dan post-mortem.

Kepala Basarnas M. Syafii menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam pencarian. Menurutnya, keberhasilan menemukan sembilan korban tidak terlepas dari perhitungan teknis, kesiapan penyelam serta koordinasi antarinstansi.

"Hari ini kembali membuktikan bahwa perjuangan Tim SAR Gabungan tidak berhenti. Sembilan korban berhasil ditemukan berkat keberanian para penyelam BSG dan TNI AL yang terus menyisir bagian dalam kapal. Kami akan terus berupaya memberikan kepastian kepada keluarga yang masih menunggu," tegas M. Syafii.

Operasi SAR hingga Rabu sore masih dilanjutkan dengan memprioritaskan pencarian pada bagian bangkai kapal yang belum terjangkau. Tim gabungan juga tetap memperhitungkan kondisi cuaca dan arus bawah laut untuk memastikan proses pencarian dapat berlangsung dengan aman. (SABRIANOOR/H)