BORNEONEWS, Banjarmasin - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan sudah mengidentifikasi jenazah korban insiden KM Virgo Transport 8. Hingga pembaruan terbaru, Kamis, 1 Oktober 2026, sebanyak 51 jenazah dari 74 jenazah yang telah diterima di RS Bhayangkara Tk. III Banjarmasin berhasil diketahui identitasnya.
Korban yang teridentifikasi berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung hingga Nusa Tenggara Barat. Identifikasi dilakukan melalui proses DVI untuk memastikan setiap jenazah dapat dipastikan identitasnya sebelum diserahkan kepada keluarga.
Sepuluh korban yang tercatat dalam pembaruan terbaru yakni Aman Rahmandana (19), OKU Timur, Sumatera Selatan; Erna (60), Tapin, Kalimantan Selatan; Yudhiarisandi (36), Surabaya, Jawa Timur; dan Danang Heriyanto (41), Boyolali, Jawa Tengah, serta enam korban lainnya yang telah masuk dalam rangkaian identifikasi sebelumnya.
Secara lengkap, 10 korban pertama yang telah teridentifikasi adalah Reyner Fausta Yosilianto (22), Malang; Nurul Rian Hidayat (33), Pamekasan; Denny Ridzal Saputra (29), Kediri; Imam Soeparno (66), Surabaya; Erik Maosul Latip (37), Garut; Risyan Kurnia Putra (28), Garut; Muhammad Abdianoor (30), Banjarmasin; Yuli (29), Banjarmasin; Surya (59), Margasari; dan Anas (45), Bangkalan.
Selanjutnya, korban nomor 11 hingga 20 yakni Bagus Mahendra (20), Klaten; Aldo Nurahmansyah (19), Surakarta; Jumrik (52), Lamongan; I Putu Angga Santyana (28), Mataram; Denny Dwi Saputra (32), Boyolali; Abdul Fikri (27), Purbalingga; Tuti (29), Kota Banjarmasin; Mashudi (27), Jepara; Feris Sudaryanto (37), Lampung Tengah; dan Aditya Firmansyah (19), Kediri.
Korban nomor 21 hingga 30 adalah Mahmud Sahudi (43), Jember; Taruno Hidayat (47), Madiun; Ibnu Darmawan (24), Kediri; Purkam (64), Tulungagung; Dwi Priyambodo (36), Kebumen; Tri Sutrisno (30), Kediri; Riski Ananta Agusena (23), Kudus; Guntur Aji Pangestu (27), Surakarta; Triyono Basuki (45), Surabaya; dan Tihwin Nuryanto (43), Madiun.
Sementara itu, korban nomor 31 hingga 40 yakni Sugianto (41), Banjarmasin; Ilham Mukhamad Rojab (21), Jepara; Yuli Purwanto (47), Tulungagung; Mochamad Cholis (52), Surabaya; Surono (38), Jombang; Muhammad Adam Assegaf (19), Kudus; Susanto (36), Blitar; Maolana Purwa Wibowo (18), Cilacap; Wati (48), Pangandaran; dan Yaya Carya (58), Cirebon.
Adapun 11 korban lainnya adalah Bambang Setya Budi (56), Malang; Mohamat Sholeh (33), Grobogan; Gondham Prakoso (32), Jombang; Nasib (43), Labuhanbatu Utara; Doddy Soemarno (37), Ngawi; Jevon Joechelin Jotham (19), Karanganyar; Sutila (42), Sumenep; Aman Rahmandana (19), OKU Timur; Erna (60), Tapin; Yudhiarisandi (36), Surabaya; dan Danang Heriyanto (41), Boyolali.
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Much Sofwan mengatakan proses identifikasi dilakukan melalui tahapan DVI dengan mengedepankan ketelitian, profesionalisme, serta kolaborasi seluruh pihak terkait.
“Dengan teridentifikasinya 10 jenazah tersebut, total sebanyak 51 jenazah telah berhasil diidentifikasi dari 74 jenazah yang diterima di RS Bhayangkara Tk. III Banjarmasin,” ujarnya.
Ia menyampaikan duka cita kepada keluarga para korban dan berharap seluruh rangkaian penanganan serta identifikasi dapat berjalan lancar hingga seluruh korban teridentifikasi dan dapat kembali kepada keluarga. (SABRIANOOR/H)









