SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) membagikan 1.000 paket bantuan kepada masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Hari ini kami bersama seluruh anggota GAPKI sangat prihatin dengan adanya karhutla, sehingga kita harus berkomitmen memberikan bantuan masyarakat," kata Ketua GAPKI Kalteng Au Rizky Djaya, Kamis, 24 September 2026.

Hal itu ia sampaikan saat membagikan bantuan kepada masyarakat di simpang Jalan HM Arsyad-MT Haryono Sampit melalui kegiatan GAPKI Peduli Bencana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua GAPKI Kalteng Siswanto, Ketua Komisariat GAPKI Kotim Salamuddin, serta sejumlah perwakilan perusahaan yang tergabung dalam GAPKI Kalteng.

Rizky Djaya berharap bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat, meskipun nilainya sederhana. Ia juga menegaskan komitmen anggota GAPKI untuk mendukung penanganan karhutla melalui kesiapan sarana dan prasarana sesuai ketentuan yang berlaku.

"Mudah-mudahan hal yang sederhana ini bisa membantu masyarakat kita. Kami berkomitmen semua anggota GAPKI, tentunya di wilayah masing-masing perusahaannya, kita siap dengan sarpras sesuai dengan peraturan yang ada, lengkap dan siap setiap waktu," ujarnya.

Menurutnya, kepedulian tersebut tidak hanya dilakukan di Kotim. GAPKI Kalteng juga telah melaksanakan kegiatan serupa di Palangka Raya dan Seruyan serta menargetkan kegiatan tersebut dapat menjangkau seluruh 14 kabupaten/kota di Kalteng sebagai bentuk kepedulian 126 perusahaan yang tergabung dalam GAPKI Kalteng.

"Jadi kegiatan yang sama, seperti hari ini kita membagi 1.000 paket di wilayah Kotim, telah kita laksanakan juga ada di Palangka Raya dan Seruyan. Selanjutnya seluruh 14 kabupaten/kota di Kalteng kita berharap ini bisa berjalan karena ini bagian daripada kepedulian kita," katanya.

Ia berharap kepedulian serupa juga dilakukan pelaku usaha lainnya sehingga keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Rizky DJaya juga berharap kondisi karhutla di Kalimantan Tengah segera berakhir. Kabut asap telah berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk perekonomian dan penerbangan.

"Kita berdoa dan berharap bersama agar karhutla ini segera berakhir. Karena tentunya ini mengganggu perekonomian, penerbangan, aktivitas masyarakat, dan anak sekolah," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua GAPKI Kalteng Siswanto mengatakan bantuan serupa akan dilaksanakan di sejumlah kabupaten lain melalui komisariat GAPKI di Kalimantan Tengah.

"Apa yang kami laksanakan ini khususnya untuk di Kotim pada hari ini, dan nanti juga di kabupaten-kabupaten lain yang dilakukan oleh komisariat-komisariat GAPKI se-Kalimantan Tengah bisa berjalan," kata Siswanto.

Ia mengakui bantuan tersebut mungkin tidak seberapa. Namun, GAPKI berharap bantuan itu tetap memberikan manfaat.

"Memang apa yang kami lakukan ini mungkin apabila dinilai tidak seberapa, namun kepedulian kita mudah-mudahan ini bermanfaat. Kita paket yang setiap kabupaten 1.000 bingkisan. Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk kita semuanya," ujarnya.

Ketua Komisariat GAPKI Kotim Salamuddin berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu masyarakat Sampit yang terdampak kabut asap.

"Mudah-mudahan apa yang kita bagikan ini bermanfaat bagi warga Sampit," pungkas Salamuddin. (DEWI PATMALASARI/Y)