BORNEONEWS, Palangka Raya - Munculnya asap di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, menjadi perhatian di tengah musim kemarau 2026. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada perusahaan anggota GAPKI untuk mengantisipasi potensi kebakaran lahan.
"Sudah, GAPKI Cabang Kalimantan Tengah telah membuat surat tanggal 12 Mei 2026 berupa Surat Himbauan Antisipasi Terjadinya Kebakaran Lahan di Musim Kemarau 2026," kata Rawing kepada Borneonews pada Selasa, 28 Juli 2026.
Ia menjelaskan, imbauan tersebut tidak hanya menekankan pencegahan kebakaran di dalam areal konsesi perusahaan, tetapi juga mendorong perusahaan memperhatikan kondisi lahan di sekitar atau di luar konsesi."GAPKI juga mendorong perusahaan untuk berkolaborasi dengan kelompok petani dan masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan pencegahan kebakaran," tuturnya.
Kerja sama dengan institusi di daerah seperti BPBD, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Balai PPI dan Karhutla, TNI, serta Polri juga diminta terus diperkuat.
"Demikian juga GAPKI Pusat dengan surat tanggal 13 Maret 2026 kepada semua anggota GAPKI di seluruh Indonesia," ujar Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah ini lagi.
GAPKI berharap langkah antisipasi dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan. Terlebih, karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/Y)









