BORNEONEWS, Sampit - Air produksi Perumdam Tirta Mentaya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tidak disarankan untuk dikonsumsi setelah tingkat salinitas air mencapai sekitar 700 akibat intrusi air laut selama kemarau berkepanjangan.
Direktur Perumdam Tirta Mentaya Ismanadi mengatakan peningkatan kadar garam tersebut telah berlangsung lebih dari sepekan. Kondisi terjadi karena minimnya hujan membuat ketersediaan air tawar berkurang sehingga pengaruh air laut semakin kuat.
"Kalau di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sudah 700-an. Itu sudah tidak bisa dikonsumsi," kata Ismanadi, Rabu, 30 September 2026.
Sumber air baku di wilayah Ketapang juga dipengaruhi siklus pasang surut. Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan salinitas ketika pasokan air tawar menurun.
Dengan kondisi tersebut, Perumdam tidak menyarankan air PDAM untuk konsumsi pada wilayah yang terdampak salinitas tinggi. Cakupan wilayahnya mulai dari Pulau Lepeh, Pelangsian hingga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
"Untuk wilayah produksi mulai dari Pulau Lepeh, Pelangsian sampai Ketapang, itu tidak kami sarankan untuk dikonsumsi. Kecuali wilayah Baamang karena mengambil dari Tanah Mas," ujarnya.
Imbauan kepada masyarakat akan disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Dinas Kesehatan nantinya memberikan informasi terkait wilayah dan penggunaan air yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi.
Meski air tidak disarankan untuk diminum maupun digunakan memasak, Perumdam tetap mempertahankan produksi dan distribusi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Air dengan kadar garam tinggi masih dapat digunakan untuk kebutuhan mandi, mencuci dan kakus (MCK), dengan catatan tidak digunakan sebagai air minum.
"Kita berpikir kalau kita stop produksi, kita makin bermasalah. Ada kemungkinan bisa sampai chaos karena masyarakat butuh air juga. Jadi, sementara tetap kita jalankan. Kami hanya menyampaikan agar tidak mengonsumsi," jelas Ismanadi.
Untuk kebutuhan minum, masyarakat di wilayah terdampak disarankan menggunakan air minum dalam kemasan maupun air galon isi ulang yang memenuhi persyaratan kualitas.
Ismanadi juga mengingatkan penggunaan air dengan kadar garam tinggi secara terus-menerus berpotensi memengaruhi jaringan perpipaan Perumdam. Sebagian jaringan tersebut menggunakan material besi yang dapat terdampak oleh kadar garam tinggi.
Sementara itu, sumber air baku Perumdam di Tanah Mas yang menjadi sumber pasokan untuk wilayah Baamang masih relatif terkendali. Namun, kondisi tersebut dapat berubah apabila kemarau berlangsung lebih lama tanpa hujan.
"Kita berharap mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini ada hujan. Kalau satu atau dua minggu tidak hujan, ada kemungkinan air asin sampai ke Tanah Mas," pungkasnya.
Sebelumnya, kondisi serupa juga telah terjadi di dua wilayah lainnya, yakni Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan. Perumdam telah mengingatkan masyarakat di wilayah tersebut agar tidak menggunakan air produksi untuk konsumsi akibat tingginya salinitas. (DEWI PATMALASARI/H)









