BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, menyayangkan pernyataan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang meminta masyarakat beradaptasi dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, pernyataan tersebut tidak tepat sasaran dan mengabaikan realitas yang dirasakan warga di lapangan.
"Sebagai warga Dayak, sebagai anggota DPRD yang memang tahu persis bagaimana kondisi di lapangan, kita menyayangkan kementerian bisa menyampaikan seperti itu," ujar Junaidi pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan seharusnya hadir dengan solusi nyata, bukan sekadar meminta masyarakat menyesuaikan diri dengan keadaan yang sebenarnya merugikan kesehatan warga.
"Kalau Kementerian Kesehatan, bukan hanya mengimbau masyarakat menyesuaikan diri. Yang saat ini penting adalah bagaimana kesiapan kementerian, lembaga, dan OPD terkait untuk membantu masyarakat yang terpapar. Itu yang penting," tegasnya.
Junaidi menambahkan, masyarakat Kalimantan Tengah sudah berjuang menghadapi kabut asap selama berbulan-bulan.
Beban ini tidak seharusnya dipikul oleh warga sendirian, apalagi dengan imbauan untuk sekadar beradaptasi.
Pemerintah pusat melalui kementerian terkait diminta memperkuat dukungan fasilitas kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, serta pemantauan kesehatan secara menyeluruh di wilayah terdampak.
Fokus utamanya adalah melindungi warga, bukan membiasakan mereka hidup di tengah kondisi udara yang tidak sehat.
Junaidi berharap perhatian pemerintah pusat terhadap Kalimantan Tengah semakin nyata dan konkret.
"Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama, dan tidak boleh ada kata biarkan masyarakat beradaptasi terhadap bencana yang sebenarnya bisa dicegah dan ditangani bersama," pungkasnya. (PATHUR/H)









