BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kapolres Lamandau, AKBP Johanes Pangihutan Siboro, berharap di tahun 2017 ini, tidak ada titik hotspot dan tersangka karhutla di daerah itu .
"Kalau ditanya harapan, tentu keinginan kita semua tidak ada lagi hotspot (titik api) dan tersangka (yang terlibat) karhutla di tahun ini," teas JP Siboro, Minggu (22/1/2017).
Untuk itu, pihaknya berharap agar semua komponen yang ada di Lamandau, turut andil melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan karhutla, dengan caranya masing-masing.
Sementara itu, berdasarkan data kepolisian di dua tahun terakhir, titik hotspot di Lamandau cenderung masih tinggi. Meskipun untuk tahun 2016 lalu mengalami penurunan dibanding tahun 2015.
"Titik hotspot yang dideteksi sepanjang tahun 2015 sebanyak 76 titik, menurun menjadi 74 di tahun 2016," bebernya.
Namun demikian, sambung Kapolres Siboro, penurunan hotspot tersebut ternyata berbanding terbalik dengan persoalan kasus yang menyeret sejumlah tersangka atau pelaku karhutla.
"Untuk di tahun 2015 kepolisian menangani satu kasus karhutla, sedangkan di tahun 2016 ada empat kasus Karhutlan" terangnya. (HENDI NURFALAH/B-11)
"Kalau ditanya harapan, tentu keinginan kita semua tidak ada lagi hotspot (titik api) dan tersangka (yang terlibat) karhutla di tahun ini," teas JP Siboro, Minggu (22/1/2017).
Untuk itu, pihaknya berharap agar semua komponen yang ada di Lamandau, turut andil melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan karhutla, dengan caranya masing-masing.
Sementara itu, berdasarkan data kepolisian di dua tahun terakhir, titik hotspot di Lamandau cenderung masih tinggi. Meskipun untuk tahun 2016 lalu mengalami penurunan dibanding tahun 2015.
"Titik hotspot yang dideteksi sepanjang tahun 2015 sebanyak 76 titik, menurun menjadi 74 di tahun 2016," bebernya.
Namun demikian, sambung Kapolres Siboro, penurunan hotspot tersebut ternyata berbanding terbalik dengan persoalan kasus yang menyeret sejumlah tersangka atau pelaku karhutla.
"Untuk di tahun 2015 kepolisian menangani satu kasus karhutla, sedangkan di tahun 2016 ada empat kasus Karhutlan" terangnya. (HENDI NURFALAH/B-11)








