BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Untuk mengantisipasi pasokan air saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemkab Kobar ngebut membangun embung di titik-titik rawan karhutla.

Tercatat, pembangunan, perluasan, dan penataan embung yang digelontorkan dari APBD Kabupaten dan APBN Pusat berjumlah 9 embung.

"Ya, salah satunya untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, kita siapkan air bakunya," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kobar, Erdi Setiawan, Jumat (27/1/2017).

Embung yang pembangunannya mulai digenjot tahun ini menggunakan APBD Kabupaten yakni di Sungai Rangit Pangkalan Lada, Arga Mulya, Sungai Kuning Pangkalan Banteng, Karang Sari Pangkalan Banteng, Riam Durian (Kolam), Danau Kura-kura Pangkalan Lada, Amin Jaya, dan di Batu Belaman.

"Totalnya ada tujuh embung yang dari APBD, nilai anggarannya sekitar Rp1,5 miliar," jelas Erdi.

Sementara embung yang dibangun menggunakan dana APBN ada dua, yakni embung di Sungai Pulau Pangkalan Banteng dan embung di Danau Gatal Kotawaringin Lama (Kolam).

"Totalnya sembilan, cuman belum tahu lagi nih dari provinsi ada berapa soalnya kami juga mengusulkan ke provinsi," katanya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun memprediksikan, musim kemarau akan mulai pada awal Juni tahun ini. Prakiraan itu berdasar pada kondisi cuaca di Kobar selama kurun waktu 30 tahunan.

"Perkiraa musim hujan akan berakhir pada April - Mei. Awal Juni masuk musim kemarau," ujar Kepala BMKG Pangkalan Bun, Lukman Soleh. (CECEP HERDI/B-2)