BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejumlah analis memperkirakan harga minyak sawit mentah (CPO) tetap tinggi pada semester pertama 2017.

Asumsi itu muncul didasarkan pada tingginya permintaan CPO untuk program biodiesel di Indonesia dan meningkatnya permintaan global untuk minyak nabati.

Estimasi itu juga sejalan dengan prediksi perusahaan riset Inter-Pacific Research Sdn Bhd. yang mempertahankan proyeksi ‘Outperform’ untuk sektor pertanian dengan perkiraan harga CPO 2017 lebih tinggi dari harga rata-rata tahun lalu yang sebesar RM2.634 per ton.

“Kami yakin program biodiesel Indonesia dapat memangkas impor bakan bakar dan siklus rendah produksi pada semester satu 2017 akan menjadi penggerak utama bagi tetap rendahnya namun tetap stabil untuk stok CPO,” kata perusahaan riset tersebut seperti dilansir The Malaysian Reserve.

Inter-Pacific Research Sdn Bhd. juga menaikkan proyeksi harga CPO untuk tahun fiskal 2017 menjadi RM2 800/ metrik ton (MT) dari sebelumnya RM2.600/MT.

Sebelumnya perusahaan itu memperkirakan CPO akan diperdagangkan antara RM3.000 hingga RM3.300 pada kuartal pertama 2017 berdasarkan nilai tukar ringgit RM4,40/dolar AS. (NEDELYA RAMADHANI/m)