BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah petani atau pemilik keramba ikan di Kasongan, Kabupaten Katingan, mengeluhkan kondisi air Sungai Katingan yang sering berubah-ubah.
Perubahan kondisi air yang terlalu cepat dikhawatirkan mengancam kelangsungan hidup ikan di keramba.
Bahkan, menurut penuturan pemilik keramba, setiap kali ada perubahan kondisi air, misalnya dari surut ke pasang atau sebaliknya, ikan banyak yang mati, terutama yang masih kecil atau bibit.
"Memang kalau ada perubahan kondisi air, misalnya dari yang sedang kemarin terus kemudian meluap seperti sekarang, mempengaruhi ikan di keramba kita. Dampak buruknya ya ikan banyak mati, terutama yang masih umur di bawah dua bulan," kata Upik, pemilik keramba ikan di sekitar Jembatan Kasongan, Jumat (27/1/2017).
Ia menuturkan, kondisi air Sungai Katingan mulai pasang sejak beberapa hari terakhir. Hal itu disebabkan tingginya intensitas curah hujan.
"Sekarang sudah ada ikan yang mati, tapi masih belum banyak karena kondisi air yang berubah itu," katanya.
Upik mengaku, memiliki lima keramba yang semuanya diisi ikan jenis nila. Ikan nila dipilih lantaran dinilai lebih tahan terhadap kondisi air.
"Kalau ikan jenis lain seperti emas, biasanya tidak tahan saat kondisi air keruh. Makanya kami sudah lama tidak memelihara ikan emas," ucapnya.(ABDUL GOFUR/B-3)








