KABAR duka tersiar dari  Buntoi,  Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Sebuah kapal  penyeberangan yang melayani warga di kanan dan kiri Sungai Kahayan di daerah itu tenggelam.

Kapal yang memuat tiga mobil, beberapa sepeda motor  plus 20 orang penumpang itu miring, dan akhirnya tenggelam. Mobil dan motor tenggelam dan hanyut. Sementara 20 orang penumpang dapat diselamatkan.

Beruntunglah, kapal itu karam tak jauh dari dermaga Anjir Sampit. Sehingga seluruh penumpang bisa  tertolong.

Peristiwa kapal penyeberangan yang mengalami musibah demikian sering kita dengar. Kapal angkutan rakyat milik masyarakat demikian sangat lazim melayani kebutuhan warga yang bermukin di seberang sungai yang satu ke seberang lainnya.

Yang selalu kita saksikan adalah, kapal penyelerangan milik masyarkat demikian memiliki beberapa kelemahan. Pertama, kapal fery tersebut umumnya sangat tidak layak, tidak memenuhi  standar keselamatan.

Sebagaimana diberitakan, kapal fery di Desa Buntoi ini sangat tidak layak. Dinding kayu kapal ini sudah lapuk, dan jebol. Karena derasnya air masuk ke dalam kapal, maka dalam sekejap kapal miring dan langsung tenggelam.

Kedua, para penumpang sudah pasti tidak mengenakan alat pengaman seperti pelampung.

Bahkan sering kita jumpai kapal-kapal penyeberangan demikian mengangkut penumpang melebihi kapasitas.

Dermaga penyeberangan, yang melayani penyeberangan rakyat antar desa atau kampung sering luput dari perhatian. Tidak ada petugas dari instansi yang kompeten mengawasi atau mengontrol kelayakan sarana penyeberangan seperti ini.

Sarana penyeberangan sudah pasti merupakan sarana yang vital yang  semestinya diawasi, dikontrol bahkan diatur.  Dan petugas yang memiliki otoritas harus berani dan bisa mengatakan layak atau tidaknya sebuah kapal untuk menyeberang.

Tenggelamnya fery penyeberangan di Desa Buntoi ini hendaknya menjadi pelajaran, bahwa sarana angkutan publik hendaknya  senantiasa dalam kualitas prima.

Sarana angkutan publik, hendaknya dipersiapkan secara sungguh-sungguh dengan kualitas terbaik.