BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Aktivitas melaut nelayan pesisir di Kuala Pembuang terganggu akibat cuaca ekstrem yang muncul di perairan Seruyan. Angin kencang disertai gelombang tinggi mengancam keselamatan nelayan.

"Sudah hampir sepekan, cuaca sore hari selalu tidak bersahabat. Sehingga aktivitas menangkap ikan terpaksa dilakukan malam hari," kata Heri (34), nelayan pesisir asal Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, Senin (30/1/2017).

Begitu menjelang malam, lanjut dia, barulah nelayan yang kebanyakan menggunakan perahu kelotok mulai menangkap ikan.

"Kami kadang bermalam menunggu pagi dan langsung pulang ke rumah. Agar paginya hasil tangkapan ikan bisa langsung dijual. Pulang juga tergantung hasil tangkapan ikan. Kalau banyak, kita pulang. Tapi kalau sedikit, terpaksa harus bermalam di lautan," ujarnya.

Heri mengungkapkan, perolehan uang hasil penjualan ikan hanya bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan keperluan sekolah anaknya.

"Pendapatan yang diperoleh tidak besar. Belum lagi pengeluaran untuk BBM perahu. Apalagi kalau perahu atau mesin mengalami kerusakan. Pastinya membutuhkan biaya lebih untuk perbaikannya. Nyari pekerjaan yang layak untuk penghasilan keluarga saat ini sulit didapat," kata dia. (PARNEN/B-11)