BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat menginstruksikan kepada seluruh camat di wilayahnya agar segera membentuk Posku Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal itu disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Kebakaran Hutan, Lahan dan Kebun di Wilayah Kabupaten Kapuas Tahun 2017 di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas, Senin (30/1/2017).
Dalam arahannya Bupati Kapuas menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut dilaksanakan untuk menindaklanjuti perintah dari Presiden RI ketika diadakannya rapat serupa Istana Negara pada hari Senin 23 Januari 2017 lalu .
Ben Brahim menyampaikan beberapa catatan penting bahwa berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, dimana pada tahun 2017 ini musim kering akan lebih berat dari tahun 2016 dan dapat mengakibatkan masalah serupa yang terjadi pada tahun 2015 yang lalu.
Ben juga menerangkan tentang beberapa hal yang disampaikan oleh Presiden RI yaitu Pemerintah Daerah harus segera membentuk posko secara berjenjang mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan dan Desa.
Untuk itu, Ben meminta kepada seluruh Camat untuk menjadi Ketua Tim Posko tersebut, kemudian dalam hal keanggotaannya dapat melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, alim ulama dan tokoh pemuda yang mempunyai potensi.
“Posko Kecamatan, desa dan kelurahan saya minta kepada Camat minggu ini sudah terbentuk dan sudah siap tempatnya karena tim ini melibatkan seluruh komponen masyarakat. SK kepengurusan Tim Posko sudah harus kami terima Senin depan baik dari desa, kelurahan dan kecamatan,”tegas dia.
Kemudian, Ben menyarankan, Tim Posko melibatkan perusahaan-perusahaan setempat untuk berperan aktif dalam pembangunan pencegahan kebakaran, hutan dan lahan (karhutla) baik dalam membangun kanal, sekat, sumur bor dan dalam menyiapkan alat pemadam kebakaran. “Termasuk kebutuhan penting lainnya kita minta mereka menyiapkan untuk tim posko ini,” tukas Ben.
Menurut Ben, tugas Tim Posko harus melakukan patroli dan jalin komunikasi secara rutin, sehingga selalu terhubung dengan posisi pesawat pemadam kebakaran untuk melakukan bom air jika diperlukan. (DJIMMY NAPOLEON/B-8)







