BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Metode trial and error. Itulah yang dipakai Nata Dinata (61) dan anaknya Wira Agung (35) dalam budi daya ikan di kolam kebunnya. Pasalnya, kondisi tanah di kebunnya di Tanjung Terantang Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengandung keasaman yang tinggi, yang membuat ikan jenis tertentu tak bisa hidup dalam kolam itu.
Gara-gara keasaman air itu pula ia pernah gagal membudi daya ikan.
"Mulanya ada dua kolam ikan yang saya buat berukuran 10 x 5 meter. Airnya dari sumur bor yang digali didekat kolam. Setelah jadi kolam kami isi dengan bibit ikan nila sebanyak 250 ekor," ujarnya.
Namun, harapan Nata memanen nila pupus lebih terlalu dini. Keesokan hari setelah ikan ditebar di kolam, ia mendapati semuanya mati.
"Kami penasaran. Masa ikan tidak bisa dipelihara di kolam ini. Saya dan Wira anak saya kemudian mencari berbagai literatur tentang pemeliharaan ikan dan penyebab ikan mati. Dari berbagai buku dan internet, kami mendapatkan informasi ikan nila tidak kuat dengan tingkat asaman air yang tinggi," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-10)








