BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Keasaman air yang tinggi bisa membuat budi daya jenis ikan tertentu, seperti nila, gagal. Itulah yang pernah dialami Nata Dinata (61) dan anaknya Wira Agung (35) saat mencoba budi daya ikan nila di Tanjung Terantang Kelurahan Mendawai, Pangkalan Bun.
Namun, Nata tak patah semangat. Ia kemudian mencoba menetralisir keasaman air dengan menabur kapur pada kolamnya sebelum menebar bibit ikan. Tapi, hasilnya masih gagal juga. "Selang beberapa hari, kami coba kembali mengisi kolam tersebut dengan ikan nila sebanyak 250 ekor. Ikan hanya sempat bertahan beberapa hari, untuk kemudian mati," ujar Wira.
Mereka pun masih penasaran. "Kebetulan kami menggunakan sistem pengairan kolam paralel. Kami mencoba cara berikutnya, yaitu dengan mengendapkan air yang disedot dari sumur bor di kolam pertama selama seminggu. Kemudian air yang telah diendapkan dialirkan lagi ke kolam kedua. Sebelumnya saat baru digali kolam kedua juga diberi kapur agar tanahnya tidak asam," jelas Wira.
Ternyata, percobaan menggunakan kolam paralel untuk menetralkan keasaman air itu berhasil.
"Ikan nila yang ditaburkan di kolam kedua tersebut ternyata hidup hingga siap dipanen. Karena berhasil, sedikit demi sedikit kami menambah jumlah kolam ikan hingga saat ini 8 buah," jelasnya.
Menurutnya bukan hanya ikan nila saja yang berhasil dipeliharanya di kolam tersebut. "Saya bersama beberapa teman, secara berpatungan mencoba beternak ikan lele. Saat ini lele yang kami usahakan juga telah siap panen," jelasnya.
"Anggap saja kegagalan yang pernah terjadi itu adalah percobaan. Pasalnya kami bukan ahli perikanan," ujarnya sambil tertawa. (WAHYU KRIDA/B-10)








