BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kini telah diaktifkan. Pengaktifan status siaga harhutla ini untuk mencegah terjadinya bencana kabut asap seperti yang terjadi pada 2015.

"Ini merupakan bentuk kewaspadaan kita. Jangan sampai muncul hotspot dulu, baru status siaga diaktifkan. ," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Hermon F Lion, Senin (13/2/2017).

Menurut Hermon, walau saat ini belum masuk musim kemarau, namun kondisi alam yang terpantau saat ini menjadi salah satu alasan status siaga karhutla diaktifkan. "Berdasarkan pantauan di lapangan selama ini, di Kabupaten Kobar dan sekitarnya bila terjadi kondisi panas sekitar empat hari, berpotensi munculnya hotspot di beberapa tempat," jelasnya.

Hermon menjelaskan ada beberapa hal yang bisa menjadi sebab munculnya hotspot. "Bisa terjadi lantaran ada gesekan antara tanaman yang kering, bekas puntung rokok yang dibuang sembarangan, atau bisa juga akibat kesengajaan," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-10)