BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meminta aparat terkait, terutama pihak kepolisian dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, bergerak cepat dan menuntaskan kasus pembantaian orangutan dan dagingnya di konsumsi. Ia perintahkan petugas menyelidiki kasus yang diduga terjadi di area kebun kelapa sawit milik sebuah perusahaan di Desa Tumbang Puroh, Kecamatan Sei Hanyo, Kabupaten Kapuas, Kalteng.

"Saya minta kepada aparat terkait, seperti BKSDA maupun kepolisian untuk dapat menyelidiki dan mengusut kebenaran informasi itu. Selidiki secara tuntas," ujar gubernur, Selasa (14/2) malam.

JIka informasi itu terbukti benar adanya, ia meminta pihak terkait agar bisa mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku. Orangutan merupakan salah satu satwa yang dilindungi berdasarkan Undang-undang.

Terpisah, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar berjanji langsung mengirimkan tim untuk mengecek ke lapangan. Selain itu, Siti juga juga akan menelusuri dugaan pelanggaran hukum dari peristiwa pembantaian orangutan yang merupakan satwa yang dilindungi.

"Pertama terkait pembantaian di lokasi konsesi Kebun Sawit. Saya segera meminta Dirjen Planologi untuk cek lokasi yang dimaksud itu konsesi siapa dan apakah dari sumber pelepasan kawasan hutan juga terkait izin lingkungan," ujar Siti.

"Yang kedua terkait pembunuhan dan pembantainnya kepada binatang yang dilindungi. Saya segera minta dirjen penegakan hukun untuk cek ke lapangan bersama Ditjen terkait dan Polda Kalteng. Segera kami minta ke lapangan dan untuk mengambil langkah-langkah," kata Siti.

Sebelumnya, informasi adanya individu orangutan yang dibunuh dan kemudian dagingnya dikonsumsi itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan. Informasi tersebut diperolehnya dari masyarakat yang mendapat informasi langsung dari saksi atas kejadian itu. Peristiwa itu terjadi pada 28 Januari 2017.

Daniel menceritakan info yang disampaikan pelapor, kejadian bermula saat seorang pekerja tengah mengambil buah sawit, bertemu dengan orangutan di area perkebunan. Pekerja itu mengaku dikejar oleh si orangutan. Ketika kembali ke kamp, pekerja tersebut kemudian menceritakan kepada teman-temannya dan beberapa warga setempat yang kemudian sepakat mencari satwa langka itu.

Setelah dilakukan perburuan, akhirnya orangutan ditemukan dan kemudian dibunuh dengan cara ditembak. Kemudian orangutan yang mati tersebut dibawa ke kamp dan dipotong-potong serta selanjutnya dibagi-bagi kepada para pekerja untuk dikonsumsi. (Roziqin/N).