BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejak tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kota Palangka Raya terbentuk pada Senin (6/2/2017) , sudah ada 13 titik api yang dipadamkan petugas.
"Sejauh ini sudah ada 13 titik api yang dipadamkan," ucap Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli, Kamis (16/2/2017).
Meski demikian, belum ada stu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, belum terungkap identitas pelaku pembakaran. Selain itu, belum diketahui apakah ada unsur kesengajaan atau tidak?
"Kita selalu monitoring. Setiap ada informasi kita langsung turun ke lapangan. Sekecil apapun informasi, kita turun ke lokasi," ungkap Kapolres yang menjabat sebagai Wakil Komandan Satgas Karhutla Kota Palangka Raya.
Dari beberapa titik api yang terdeteksi, daerah yang paling sering terbakar yakni di kawasan Jalan Mahir Mahar. "Sengaja atau tidak, semua masih dalam lidik. Selain Mahir Mahar, daerah yang selalu kita pantau juga Jalan Tjilik Riwut Km 20 ke atas sampai Takaras dan Kecamatan Sebangau," tuturnya.
Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran, baik lahan maupun hutan. Hal ini juga sebagai langkah supaya musibah kabut asap akibat karhutla di 2015 lalu tidak terulang. (BUDI YULIANTO/B-3)








