BORNEONEWS, Nanga Bulik - Lumbung padi negara selama ini adalah Pulau Jawa. Produksi padi di sana menjadi andalah sejumlah daerah luar pulau. Tetapi luas wilayah lumbung padi itu saat ini kian menipis.

Demikian disampaikan Bupati Lamandau, Marukan saat memberikan arahan kepada petani di sela syukuran panen padi sawah kelompok tani (Poktan) Agra Sejahtera, Desa Bumi Agung, Kecamatan Bulik, Kamis (16/2/2017).

Pernyataan tersebut dimaksudkan Marukan untuk guna memotivasi petani di Lamandau agar semangat bertani tidak luntur. Terlebih, pada acara syukuran yang berlangsung pemkab juga mengundang sejumlah perwakilan petani dari seluruh kecamatan di Lamandau.

Pada acara yang berpusat di sekitar alun-alun Nanga Bulik itu, Marukan menceritakan perihal kondisi lahan pertanian di Jaya yang kian menipis. Sehingga, masyarakat di luar Pulau Jawa harus bisa mandiri. Jangan terus mengandalkan beras dari Jawa atau daerah lainnya.

"(Lahan) pesawahan di Jawa itu dari tahun-ke tahun kian menipis karena pengalihfungsian lahan. Makanya presiden menyerukan Kalteng termasuk Lamandau melakukan swasembada pangan, khususnya padi. Karena kita lahan ada, tinggal terus menumbuhkan semangatnya (untuk bertani)," kata dia.

"Hal itu harus kita pahami bersama, pemerintah maupun petani harus punya komitmen untuk terus mengembangkan pertanian. Sekarang pemerintah baik pusat maupun daerah sudah punya komitmen itu, lahan kita carikan, alsintan kita upayakan, begitu juga pupuk, sekarang tinggal petaninya," imbuh Marukan.

Pada kegiatan yang tampak terlihat cukup komunikatif itu, Marukan juga meminta agar para petani jangan merasa terpaksa untuk bertani.

"Jangan bertani karena terpaksa, upayakan karena sukarela dan bahkan hobi, sehingga tumbuh kesungguhan. Jangan kita tinggalkan kegiatan bertani sampai kapan pun. Meskipun ada yang sambil menjalankan usaha lain, bertani harus tetap jalan," tegas dia. (HENDI NURFALAH/B-11)