BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penggali sumur bor tidak hanya bekerja secara fisik, dan terampil menggunakan peralatan untuk menggali. Di Pangkalan Bun, penggali sumur bor ternyata perlu menguasai cara mendeteksi sumber mata air secara kultural.

Setidaknya itu diakui Dzulfiansyah Bima Saputra (25), tukang gali sumur bor asal Pangkalan Bun, yang sudah berpengalaman bekerja hingga ke Sumakamara dan Lamandau.

Bima mengatakan, sebelum mencari sumber air ia harus menyiapkan alat pendeteksi sumber air berupa dua buah besi kuningan berukuran 35cm yang sudah dibengkokan dengan ukuran 5cm. Lalu,sebagai pegangan atau gagang bisa menggunakan dua buah paralon dengan ukuran 5cm.

Setelah peralatan disiapkan, pencarian sumber air dimulai, dengan merapalkan doa-doa khusus terlebih dahulu. Ia enggan membeberkan doanya seperti apa. Rahasia, ujarnya.

Setelah merapal doa, Bima membelakangi arah matahari terbit dengan memegang dua buah besi kuningan yang dipegang sejajar sama rata, masing masing di tangan kanan dan kiri.

Kemudian mulailah ia melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu untuk mencari mata air. Katanya, keberadaan mata air di perut bumi dapat diketahui ketika dua buah besi kuningan tersebut saling bersilangan menghadap tepat di depan dada.

Saat sumber air ditemukan, kemudian diberi tanda di lokasi tersebut. Hal tersebut terus diulangi hingga empat penjuru mata angin.

"Jika saat diulangi kondisi besi kuningan sama seperti sebelumnya, dapat dipastikan sumber mata air di lokasi yang ditandai besar. Namun jika dari 4 penjuru ada salah satu atau bahkan dua yang tidak bersilangan maka dapat dipastikan sumber air kurang memadai," kata Bima, Rabu (1/3/2017).

Ngebor menghadap matahari terbit

Ia menegaskan saat sudah mendapatkan sumber mata air, proses pengeboran juga tidak dilakukan sembarangan. Alat bor wajib menghadap matahari terbit, dan diawali dengan membaca basmalah.

"Pengalaman kami, kegagalan mendapatkan mata air hanya 5%, karena dari setiap proyek yang dilaksanakan 95% berhasil. Tapi tergantung yang nyari sumbernya dan niat pastinya," ujar Bima. (KOKO SULISTYO/B-10)