BORNEONEWS, Nanga Bulik - Curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari terakhir membuat debit air sungai meningkat drastis. Akibatnya, empat desa di Kecamatan Bulik dan Kecamatan Bulik Timur kembali terendam banjir.

Pelaksana tugas (plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau, Masdiani, mengatakan banjir yang merendam sejumlah desa diakibatkan meluapnya air Sungai Lamandau dan Sungai Bulik.

"Di Kecamatan Bulik, sejumlah titik di Desa Batu Kotam, RT 8 Kelurahan Nanga Bulik, Bunut dan Desa Sungai Mentawa mulai tergenang air," katanya, Senin (6/3/2017).

Kemudian, lanjut dia, banjir yang terparah melanda Desa Nanga Palikodan, Kecamatan Bulik Timur. Sebab, setidaknya ada 36 kepala keluarga (KK) harus mengungsi.

"Banjir di Desa Nanga Palikodan juga memutuskan akses tranportasi di sana. Aktivitas masyarakat terganggu," kata dia.

Menyikapi bencana banjir, khususnya di Desa Nanga Palikodan, Masdiani menyampaikan pihaknya telah menyalurkan bantuan kebutuhan pangan untuk korban.

"Untuk korban banjir di Kelurahan Nanga Bulik, kalau memang dibutuhkan kita akan dirikan tenda pengungsian," jelasnya.

Berdasarkan pantauan, di RT 8 Kelurahan Nanga Bulik, sedikitnya tujuh rumah warga yang lantainya sudah terendam banjir dengan ketinggian air antara 10 sampai 20 cm. Bahkan, sejumlah perabotan rumah, seperti lemari, sofa dan lain sebagainya harus dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi.

"Sudah empat hari ini air naik hingga ke lantai rumah," tutur, Ahan warga setempat. (HENDI NURFALAH/B-11)