BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus ekstra bekerja. Selain fokus dalam menghadapi karhutla, BPBD juga masih berkonsentrasi terhadap bencana banjir. Berbagai sarana dan prasarana pun terus dipersiapkan agar bisa mengambil langkah cepat jika terjadi bencana sewaktu-waktu.

Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Panahatan Sinaga mengatakan, pihaknya tengah mengawasi lima kecamatan yang berpotensi dilanda banjir.

"Melihat tingginya intensitas hujan, kami berkonsentrasi terhadap wilayah yang rawan banjir. Di sana sudah diturunkan tim untuk melakukan pengecekan," kata Panahatan Sinaga, Senin (13/3/2017).

Dari hasil pengecekan, banjir di kawasan yang mereka datangi sudah berangsur surut. Adapun daerah yang masih diawasi karena berpotensi banjir yakni Desa Moroi dan Desa Mangkutub, Kecamatan Mantagai Hulu. Pasalnya, di daerah tersebut ada pertemuan air Sungai Kapuas.

"Kalau setiap tahun daerah yang paling rawan bajir adalah Desa Tambak Bajai Kecamatan Dadahup. Di sana ada pertemuan aliran Sungai Barito dan air laut saat pasang," tegasnya.

Di sisi lain, dia menyampaikan motivasi BPBD dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Seribu perkataan dan pengetahuan tidak berarti tanpa ada suatu tindakan nyata," pungkas Panahatan. (DJIMMY NAPOLEON/B-11)