BORNEONEWS, Sampit - Ragam tindak kejahatan seperti tidak ada habisnya. Baru-baru ini penipuan melalui telepon genggam kembali marak di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Modusnya yakni penilangan terhadap kerabat atau keluarga korban. Kemudian pelaku meminta uang tebusan agar keluarga korbannya dibebaskan.

Prasetyo, salah satu pemilik konter HP di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang menuturkan dalam pekan ini ada dua korban mengisi pulsa hingga ratusan ribu untuk ditransfer ke pelaku penipuan.

“Modusnya yakni seorang keluarganya meminta bantuan karena ditilang polisi tidak membawa STNK saat ingin ke Palangka Raya. Pelaku juga memengaruhi korban dengan mengatakan salah satu nama yang juga disebutkan korban. Korban meminta saya mentransfer pulsa ke nomor yang diminta pelaku dengan jumlah Rp900 ribu,” ujar Prasetyo.

Setelah ditransfer, korban baru sadar, keluarganya tidak ada yang berangkat ke Palangka Raya. Sehingga diapun sempat membayar uang pulsa tersebut Rp800 ribu, sedangkan sisanya ngutang.

Namun Prasetyo tidak mau, dan menahan telepon genggam milik korban. Dia menyuruh korban pulang dulu ke rumah untuk mengambil uang yang kurang. Keluarga korban pun datang ke tempat itu dan membayar uang beli pulsa yang kurang.

"Semoga tidak ada lagi warga yang menjadi korbannya. Kasihan juga kalau sampai terjadi seperti itu," katanya. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)