BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Membaiknya harga kelapa sawit diyakini akan menopang kinerja perusahaan yang berbasis minyak sawit mentah (CPO) sepanjang tahun ini.

Analis Samuel Sekuritas Sharlita Malik memperkirakan harga jual rata-rata (ASP) CPO PT PP London Sumatra Plantation Tbk (LSIP) akan meningkat 18% pada tahun ini.

"Angka tersebut dengan asumsi harga CPO tetap berada pada level MYR2.750 per ton," ujar Sharlita dalam riset edisi Maret 2017.

Selain sentimen harga CPO, ia menilai adanya pemulihan produksi yang diperkirakan naik 10% serta volume penjualan perseroan menguat hingga 16% selama tahun ini, sejalan dengan meningkatnya permintaan Indofood Group.

"Dengan demikian, kami tetap optimistis LSIP mampu membukukan kinerja positif pada 2017, seiring dengan pulihnya produksi CPO serta didukung dengan posisi net cash yang mampu untuk mendukung ekspansi dan pertumbuhan di masa mendatang," paparnya.

Pada kuartal IV 2016, LSIP membukukan pertumbuhan pendapatan sekitar 27% atau menjadi Rp1,2 triliun dari capaian kurun waktu serupa tahun lalu.

Namun, kata dia, secara tahunan, LSIP mencatat penurunan pendapatan sekitar 8% atau menjadi Rp3,8 triliun. Hal ini disebabkan menurunnya produksi CPO sekitar 19,2% atau menjadi 384 ribu ton per akhir tahun lalu dari 475 ribu ton tahun sebelumnya.

"Namun, harga jual rata-rata pada kuartal IV 2016 relatif meningkat serta extraction rate CPO LSIP yang stabil pada level 22,5%," ujarnya.

Dengan demikian, laba bersih LSIP pada kuartal terakhir di 2016 naik 99,9% atau menjadi Rp390 miliar, meskipun laba tahunannya turun 5% atau menjadi Rp592 miliar.

"Namun, pencapaian tersebut di atas ekspektasi kami maupun konsensus yang masing-masing sebesar 121% dan 117% dari estimasi laba selama 2016." urainya. (NEDELYA RAMADHANI/m)