BORNEONEWS, Sampit - Korban pembunuhan bernama Ramai, sempat teriak saat dihabisi terdakwa Dowang Asmara dan dibuang ke sungai. Usai korban menghilang di sungai, terdakwa langsung melarikan diri.
"Saya hanya dengar suara teriakan awalnya, setelah itu saya melihat ada orang mengendarai motor meninggalkan lokasi kejadian. Saya ikuti ternyata yang mengendari motor itu Dowang," kata saksi Rabut, saat memberikan keterangan pada sidang pembunuhan di Pengadilan Negeri Sampit, Kamis (23/3/2017).
Saat itu Rabut mengaku tidak curiga. Namun setelah mendengar cerita ada orang dibuang ke sungai, Rabut mendapat kabar dari Doni bahwa anaknya bernama Ramai menghilang.
"Sehingga saya curiga waktu itu jangan-jangan yang dibuang itu Ramai," kata Rabut.
Hingga akhirnya terbukti mayat Ramai ditemukan pada Selasa (12/10/2017) di sungai Desa Tumbang Ngahan, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotim sudah dalam kondisi tidak bernyawa lagi. Dari tubuhnya terdapat beberapa mata luka. Sementara Ramai sendiri dihabisi oleh Dowang pada Sabtu (9/10/2017) malam.
Sementara Doni mengaku mengetahui Dowang pembunuh Ramai setelah dapat kabar dari sejumlah warga di Kabupaten Katingan. Sebab, setelah kejadian itu Dowang kabur ke Katingan, kampung halamannya. (NACO/B-11)








