BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah digemparkan dengan isu penculikan, Pangkalan Bun baru-baru ini digegerkan oleh kelakuan 22 siswa SD Negeri 3 Candi Kecamatan Kumai. Puluhan siswa itu mengisap rokok elektrik yang dimodifikasi dari fitting lampu.

Kasus itu bahkan menjadi perbincangan hangat di Polda Kalteng. Menurut sumber di sana, Polda menindaklanjuti kasus yang mencoreng dunia pendidikan tersebut. "Itu sudah ditindaklanjuti Polsek Kumai, hasilnya tidak mengandung narkoba," ujar Kasat Narkoba Polres Kobar, Iptu Kariatmono, Rabu (29/3/2017) malam.

Ia menjelaskan setelah kasus itu mencuat, BNNK Kobar langsung turun ke sekolah tersebut untuk memastikan apakah rokok elektrik dari fitting lampu yang dihisap puluhan anak SD itu mengandung narkoba atau tidak.

"BNNK Kobar juga sudah turun, hasilnya negatif setelah dua siswa dites urine," katanya. (CECEP HERDI/B-2)