BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Salah satu siswa kelas VII SMP Negeri 2 Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat berinisial MM (15 tahun) mengaku pernah mengisap rokok elektrik modifikasi dari fitting lampu. Namun setelah mencoba, tenggorokannya langsung gatal dan nyeri. "Pernah menghisap tapi langsung sakit tenggorokan," ucap dia di SMP Negeri 2 Arsel, Kamis (30/3/2017).

Ia sendiri mencoba menghisap rokok elektrik itu setelah ditawari temannya. "Saya tidak membuat, teman saya yang bisa. Saya hanya mencoba saja," katanya.

Menurut dokter spesialis paru RSSI Pangkalan Bun, Zainudin Aziz, resiko mengisap rokok elektrik modifikasi lebih berbahaya bagi kesehatan jika dibandingkan dengan rokok elektrik yang diperjualbelikan. "Resiko jangka pendeknya mengakibatkan iritasi di tenggorokan, jangka panjangnya terkena penyakit paru-paru," katanya.

Ia menerangkan, bahaya resiko itu karena ada campuran bahan seperti susu cokelat bahkan lem fox yang digunakan siswa tersebut. (CECEP HERDI/B-2)