BORNEONEWS, Sampit – Beredar informasi soal salah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Klas IIb Sampit positif menderita HIV/AIDS.
Kepala Lapas Sampit M Khaeron tampak berhati-hati saat dimintai keterangan seputar itu. Dia hanya menyampaikan, setiap sepekan sekali rutin mengecek kondisi kesehatan WBP tersebut.
“Untuk pengobatannya rutin, bahkan tim kesehatan setiap pekan datang ke sini,” kata Khaeron, Senin (10/4/2017).
Dikatakan Khaeron untuk pengobatannya tidak dibebankan biaya alias gratis karena ditanggung pemerintah daerah.
”Mereka gunakan Jamkesda jadi yang bayar Pemerintah Daerah,” ujar Khaeron.
Perihal jumlah dan identitas WBP yang menderita penyakit itu, Khaeron tidak mau menyebutkannya.
“Tidak usah disebutkan masalah itu, namun sudah kita tangani,” ujar Khaeron.
Beberapa tahun lalu juga seorang WBP kasus narkotika di Lapas Klas IIb Sampit juga sempat diduga menderita HIV/AIDS, namun WBP itu setelah menjalani proses hukuman akhirnya meninggal dunia. (NACO/B-11)








