BORNEONEWS, Palangka Raya - Koordinator aksi damai ratusan sopir truk di Stadion Tuah Pahoe, Haryono, menyebut tutupnya galian C berdampak besar terhadap pembangunan di Palangka Raya. Bukan hal yang mustahil pembangunan, baik perumahan, pertokoan, maupun lain akan mandeg.
"Bukan akan lagi. Sudah ada efeknya," kata Haryono, Kamis (13/7/2017).
Ia pun berharap, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran secepatnya mengeluarkan kebijakan agar galian C yang menjadi kebutuhan mereka sehari-hari memiliki payung hukum. Minimal dari sisi peraturan daerah, sembari menunggu pemilik galian C mengurus izin operasi.
"Kami berharap dalam waktu dekat ini dibuka. Karena kalau sopir enggak kerja, tukang enggak kerja, nanti dikhawatirkan banyak premanisme. Sebab, tidak kerja, anak istri makan apa, dan apa yang akan diperbuat," pungkasnya. (BUDI YULIANTO/B-3)
"Bukan akan lagi. Sudah ada efeknya," kata Haryono, Kamis (13/7/2017).
Ia pun berharap, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran secepatnya mengeluarkan kebijakan agar galian C yang menjadi kebutuhan mereka sehari-hari memiliki payung hukum. Minimal dari sisi peraturan daerah, sembari menunggu pemilik galian C mengurus izin operasi.
"Kami berharap dalam waktu dekat ini dibuka. Karena kalau sopir enggak kerja, tukang enggak kerja, nanti dikhawatirkan banyak premanisme. Sebab, tidak kerja, anak istri makan apa, dan apa yang akan diperbuat," pungkasnya. (BUDI YULIANTO/B-3)








