BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Melihat data dari Reuters, harga CPO dibuka menguat pada perdagangan Selasa ini (18/4) pada pukul 9:54 WIB, harga CPO berada di kisaran 2.512 ringgit per ton.

"Kenaikan harga CPO mengikuti pergerakan harga rivalnya, yakni minyak kedelai," kata analis PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, di Jakarta, Selasa.

Menurut Putu, produksi dari Indonesia dan Malaysia yang diperkirakan meningkat tahun ini memberikan tekanan turun bagi CPO. Tanda-tanda peningkatan produksi telah ditunjukkan oleh Malaysia yang melaporkan kenaikan sebesar 16,3% pada Maret lalu.

Di sisi lain, produksi minyak kedelai diperkirakan akan terhambat akibat prediksi hujan lebat yang akan melanda beberapa wilayah di AS. Perkiraan tersebut membuat harga minyak kedelai naik, dan turut mengerek harga CPO sebagai kompetitor.

"Dari sisi kurs mata uang, ringgit Malaysia terlihat melemah pada Selasa ini, yang bisa menjadi sentimen positif bagi harga CPO," ucapnya.

Faktor-faktor tersebut membuat harga CPO hari ini kemungkinan sedikit menguat meski masih akan berada dekat level terendah 8 bulan. Potensi rentang perdagangan di kisaran 2.470 – 2.540 ringgit per ton. (NEDELYA RAMADHANI/m)