BORNEONEWS, Palangka Raya - Panitia Hari Besar Islam (PHBI) di Rumah Tahanan Kelas II A Palangka Raya dipercayakan kepada warga binaan. Ini sebagai langkah pendekatan terhadap warga binaan agar ke depannya mereka bisa menjadi lebih baik.

Terlebih saat ini, Rutan juga overload lima kali lipat yakni dari yang seharusnya mampu menampung 105 orang, tapi dihuni 517 orang. Dari jumlah itu, 361 orang di antaranya adalah warga binaan muslim. "Perlu saya sampaikan bahwa untuk kegiatan PHBI di Rutan, kami percayakan kepada warga binaan. Baik ketua, sekretaris dan lain-lain adalah dari unsur warga binaan," kata Kepala Rutan Tunggul Buwono dalam acara Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, 1438 H di Aula Rutan, Selasa (18/4/2017).

"Kami selaku pembina juga mengucapkan terimakasih kepada rekan pembina dan panitia atas kerjasamanya sehingga acara dapat berjalan dengan baik," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalteng, Agus Purwanto mengatakan, keberhasilan atas terlaksananya acara tidak lepas dari pembina di Rutan. Dalam sambutannya, Agus tidak menyertakan nama tahanan. Ini menurutnya sengaja dihilangkan dan lebih elok disebut rumah negara.

"Saya sengaja hilangkan tahanan. Tapi rumah negara. Karena sesungguhnya saudara dapat tempat indah agar terus menerus merenungi. Ini bagian perjalanan melalui proses pendewasaan. Pada saatnya keluar dari sini, bisa menjadi manusia yang baru, berbaur dengan masyarakat dan agama," ungkap Agus Purwanto. (BUDI YULIANTO/B-8)