BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meski belakangan harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami tekanan, tapi diperkirakan harga tetap stabil.
“Harga CPO diharapkan stabil menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri," kata analis perkebunan dari Affin Hwang Capital Bhd, Nadia Aquidah, seperti dikutip The Malaysian Reserve.
Bahkan harga diprediksi bakal melambung lagi jika fenomena iklim El Nino kembali menyerang hingga akhir tahun ini.
"Jika perkiraan itu benar (El Nino), maka harga CPO pasti menanjak lagi karena produksi sawit akan mengalami pukulan," tuturnya.
Nadia mengatakan bahwa saat ini banyak rumor beredar yang menyebutkan El Nino akan kembali melanda. Hal itu seiring dengan prakiraan cuaca yang dilakukan Australian Weather Agency, yang memprediksi kemungkinan fenomena iklim itu datang lagi sebesar 50-50.
“Jika El Nino terjadi hingga akhir tahun ini, maka produksi sawit pada 2018 akan terganggu dan berimbas pada menurunnya produksi, dan pada akhirnya akan mendongkrak harga CPO," ucap Nadia.
Sementara itu, harga rata-rata CPO pada kuartal pertama 2017 berada di kisaran RM3.200 per metrik ton, lebih tinggi dari periode yang sama 2016 yang berada di kisaran RM2.400. (NEDELYA RAMADHANI/m)








