BORNEONEWS, Palangka Raya – Bupati Gunung Mas, Arton S Dohong siap menambah Rp4,5 miliar sebagai penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) ke Bank Kalteng. Bupati Gumas mengakui senang memberikan penyertaan modal kepada bank milik daerah, karena bagi hasil usaha atau deviden dari Bank Kalteng cukup tinggi yaitu di atas 1 persen yang berarti lebih besar ketimbang bunga deposito sekalipun.
“Sesuai kesepakatan, kami harus mencapai target Rp39 miliar pada 2018. Saat ini baru memiliki stok penyertaan modal Rp30 miliar. Jika tahun ini menambah Rp4,5 miliar pada 2018 juga Rp450 miliar, brarti lunas sebelum masa jabatan saya berakhir,” kata Arton S Dohong, di Palangka Raya, Kamis (20/4/2017).
Karena itu, Bupati Gumas mengungkapkan, pihaknya berencana menambah penyertaan modal pada 2017 ini. Totalnya Rp4,5 miliar dari APBD Kabupaten Gunung Mas. Bahkan sesuai MoU, pihaknya berkewajiban menambah nominal penyertaan modal hingga menjadi Rp39 miliar pada 2018.
Mengenai pola bagi hasil usaha atau deviden dari Bank Kalteng cukup tinggi yaitu di atas 1 persen, Arthon mengakuinya. Sebab dari angka penyertaan modal Rp30 miliar, Pemkab Gunung Mas mendapatkan deviden Rp6 miliar. Tentunya hal ini sangat menjanjikan.
“Jadi kalau dihitung, penyertaan modal Rp30 Miliar Gunung Mas kemarin, mendapat keuntungan atau deviden Rp6 miliar, itu kan mencapai kisaran 20 persen lebih. Itu sangat besar. Nah ini yang perlu dilanjutkan karena koordinasinya lebih enak dibanding dengan bank lain baik BUMN maupun bank swasta," katanya.(ROZIQIN/N).








