BORNEONEWS, Muara Teweh - Bardasarkan informasi yang didapat borneonews.co.id dari rekan Syawal alias Baya (50), korban pembunuhan, sebelum terjadi peristiwa tragis itu, Baya sedang pergi menonton hiburan rakyat berupa orkes di Kelurahan Jambu bersama kedua tersangka, Hidayatullah Saleh (18) dan Samsul Bahri (18).

"Korban dan kedua tersangka pergi melihat orkes pada pernikahan warga di sana," tutur sumber yang namanya enggan disebut, Minggu (30/4/2017).

Informasinya, kedua tersangka dan korban sempat terjadi cekcok di lokasi hiburan karena tersangka sedang menyawer artis panggung yang sedang bergoyang.

Setelah itu, kedua tersangka beserta korban berlanjut pulang naik sepeda motor Honda Vario merah, berboncengan tiga.

"Awalnya Baya menegur Hidayatullah yang menyawer artis panggung dengan cara memukul bagian punggung, setelah itu terjadi cekcok. Tak lama berselang pelaku dan tersangka beranjak pulang dengan berboncengan bertiga," ujarnya.

Baya merupakan seorang kepala sekolah di sebuah SD Km 38, Muara Teweh - Puruk Cahu.

Baya juga sudah bercerai dengan istrinya dan memiliki satu orang anak.

Jenazah pria yang berkelakuan seperti wanita itu kini telah dimakamkan keluarganya di Dusun Nurit, Desa Batu Raya, Kecamatan Gunung Timang. (RAMADHANI/B-5)