BORNEONEWS, Puruk Cahu - Sungguh ironi, saat memeringati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari ini (2/5/2017), justru ada sekolah yang disegel di Kabupaten Murung Raya (Mura) karena masalah sengketa tanah.

Dari pantauan Borneonews, sekolah yang disegel tersebut, yakni SDN 3 Puruk Cahu Seberang. Semua pintu dipasangi kayu oleh pemilik tanah yang dimaksudkan agar bangunan sekolah tersebut tidak digunakan.

Wiwin, salah seorang warga Puruk Cahu Seberang mengatakan, awalnya belum mengetahui kalau sekolah tempat anaknya menempuh pendidikan disegel. Ia terkejut saat mengetahui anaknya pulang lebih cepat.

"Kata anak saya sekolah dipasangi kayu di pintu, jadi mereka tidak bisa masuk dan terpaksa langsung pulang," ungkap Wiwin, Selasa (2/5/2017).

Sementara itu, Tasmi Rudianoor mengatakan, dirinya tetap akan menyegel sekolah tersebut sampai ada kejelasan pembayaran harga sekolah yang luasnya mencapai 2,3 hektare.

"Penyegelan ini terpaksa saya lakukan karena dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak ada tanggapan serta kepastian tentang penggantian lahan yang saya patok Rp130 ribu per meternya," ungkap Tasmi.

Sementara itu, seperti data yang dihimpun, jumlah murid yang belajar di SDN 3 Puruk Cahu Seberang sebanyak 129 orang. Sekolah itu sudah berdiri sejak 2008 lalu di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Puruk Cahu Seberang, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya. (SUPRIADI/B-2)