BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah berhasil menguat pada Selasa (2/5/2017), harga minyak sawit mentah (CPO) kembali melemah di awal perdagangan Rabu (3/5/2017).
"Ini menjadi sinyal indikasi masih rentannya kenaikan CPO," kata analis PT Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra dalam risetnya di Jakarta, Rabu.
Meningkatnya ekspor CPO Malaysia sebesar 4,6% pada April dari bulan sebelumnya, kata Putu, menjadi pendorong kenaikan CPO pada perdagangan Selasa.
Melihat data dari Intertek Testing Services, kenaikan tersebut baru terjadi di akhir April, data menunjukkan periode 1 – 25 April ekspor Malaysia masih mengalami penurunan sebesar 3,4% dibandingkan dengan 1 – 25 Maret.
Produksi yang diperkirakan naik di Indonesia dan Malaysia pada tahun ini, ujarnya, masih terus memberikan sentimen negatif bagi harga CPO.
Menurut dia, harga minyak mentah yang turun tajam pada Selasa turut menyeret turun harga CPO pada perdagangan Rabu ini.
Minyak mentah WTI tercatat turun lebih dari 1% dan mendekati level terendah tahun ini sebesar $47 per barel.
Pada pukul 10.56 WIB, CPO diperdagangkan di kisaran 2.536 ringgit per ton, dengan rentang pergerakan potensial 2.500 – 2.575 ringgit per ton.








