BORNEONEWS, Palangka Raya – Empat pelaku pembobolan dua brankas di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau ternyata sudah merencanakan dengan matang dari Jakarta.

Dalam aksi yang berlangsung, Sabtu (29/5/2017) itu, empat pelaku yakni Ali Depinuhun (48), Ibrahim Husein (48), M Syahril Tuarta (41) dan M Ino (32) berhasil membongkar dua berankas dalam waktu 30 menit.

“Mereka sudah menyusun rencana ini dari Jakarta. Namun sebelumnya Ibrahim Huseiun lebih dulu berangkat untuk mempersiapkan sarana dan prasarana. Kemudian ketiganya menyusul,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng, Kombes Gusde Wardana didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Dodo Hendro Kusuma, Rabu (10/5/2017).

Dia menuturkan dari Jakarta, mereka tiba di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Lalu bertolak ke Kalimantan Tengah menggunakan mobil sewa. Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur kemudian menjadi target utama.

“Di Sampit mereka gagal karena ketahuan (berhasil kabur). Kemudian barulah mereka menuju Lamandau,” timpal AKBP Dodo.

Dari dua berankas yang berhasil mereka congkel, satunya kosong sedangkan satu sisanya berisi Rp 45,4 juta. Masing-masing mendapat jatah Rp10 juta.

Sisanya digunakan untuk membayar keperluan seperti sewa mobil, makan dan lain-lain. Kemudian dari jatah hasil uang kejahatan itu, mereka juga sudah membeli keperluan masing-masing, termasuk ada di antaranya yang sudah mengirim ke keluarganya.

Dari hasil keterangan, semuanya mengaku pernah melakukan pencurian lainnya ketika di luar Kalteng. Sasarannya juga perkantoran. Namun ada juga yang menyatroni di sekolahan. Satu di antaranya yakni Ibrahim dikenal beringas.

Sebab beberapa tahun lalu dia juga pernah melancarkan aksi pencurian dengan pemberatan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Korban dalam aksinya itu tewas dibunuh setelah sebelumnya disekap.

Ibrahim kemudian ditangkap dan divonis 10 tahun penjara di Banjarmasin. Setelah keluar, dia kembali melakukan perbuatan serupa dengan komplotan lain. (BUDI YULIANTO/B-6)