BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, harga minyak sawit mentah (CPO) terus menunjukkan geliatnya dan selalu berakhir di zona positif. Apa pemacunya?

Bahkan pada perdagangan Kamis (11/5/2017), harga CPO mencapai level tertinggi dalam satu bulan di level 2.672 ringgit ($614,82) per ton. Namun demikian, analis PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, menyebut laporan ekspor maupun produksi dari Indonesia dan Malaysia yang variatif menahan laju kenaikan CPO lebih tinggi lagi.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan ekspor minyak sawit, termasuk biodiesel dan produk oleochemical Indonesia mencatat penurunan sebesar 5% pada Maret menjadi 2,53 juta ton, dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,66 juta. Di periode yang sama, produksi minyak sawit Indonesia juga dilaporkan naik 10%, namun stok terus menurun, yang dikatakan akibat ekspor yang lebih tinggi dari tingkat produksi.

Sementara dari negara tetangga, Malaysia Palm Oil Board (MPOB) melaporkan ekspor April naik 1,4% dari bulan sebelumnya, namun laporan kenaikan ekspor tersebut juga diikuti laporan peningkatan produksi sebesar 5,7%, dan penambahan stok sebesar 3%.

Di sisi lain, Intertek melaporkan ekspor minyak sawit Malaysia periode 1 – 10 Mei naik 12% menjadi 346.920 ton dari 307.249 pada periode 1 – 10 April. Kenaikan tersebut bisa menjadi indikasi potensi peningkatan permintaan menjelang Ramadan. (NEDELYA RAMADHANI/m)