BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meski belakangan mencatat tren kenaikan, namun harga minyak sawit mentah (CPO) akan mengalami tekanan jual pada semester kedua 2017.

Maybank Investment Bank Research dalam risetnya yang dirilis akhir pekan lalu mengatakan harga CPO saat ini mencatat rebound dalam jangka pendek, tapi memasuki semester kedua mulai dilanda tekanan jual.

“Bangkitnya harga CPO pada Mei lebih dipicu oleh skenario ketatnya cadangan pada April 2017. Dan kuatnya permintaan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri dapat meredam penurunan pada kuartal kedua,” kata Maybank.

Lembaga riset itu menambahkan bahwa kinerja selama kuartal pertama tahun ini yang relatif baik, juga dapat memberikan sentimen positif ke pasar.

"Tapi kami mempertahankan pandangan kami bahwa tekanan jual pada CPO dapat muncul kembali pada semester kedua 2017 seiring dengan meningkatnya produksi berkat curah hujan yang tinggi dalam 6-9 bulan terakhir di Asia Tenggara,” ujar Maybank.

Untuk itu, lembaga riset ini mempertahankan rekomendasi “netral" untuk saham perusahaan sektor perkebunan.

Untuk 2017, Maybank mematok harga rata-rata CPO sebesar RM2.400 per ton, tapi perkiraan itu bisa berubah akibat anomali cuaca, terus melemahnya ringgit Malaysia dan pulihnya produksi. (NEDELYA RAMADHANI/m)