BORNEONEWS, Palangka Raya - Rumah Pangan Kita (RPK) merupakan gerai yang dibuka masyarakat mitra Perum Bulog Divisi Regional Provinsi Kalimantan Tengah.
RPK didaulat untuk menjual sejumlah kebutuhan pangan yang juga dijual oleh Bulog sebagai perpanjangan tangan Bulog hingga ke masyarakat. Demi menjaga stabilitas harga pangan dan ketersediaannya, Bulog Kalteng mengerahkan 300 unit RPK.
"Kita ada 300 RPK yang tersebar di seluruh Kalteng dan ini kita optimalkan untuk menjaga stabilitas pangan," ungkap Ma'ruf, Kepala Bulog Divre Kalteng, Jumat (19/5/2017).
Bulog juga menggelar pasar murah di beberapa titik. Bahan pangan seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir disediakan di gerai-gerai bulog dan RPK.
"Kita tidak hanya melakukan operasi pasar di Palangka Raya, tapi juga kita lakukan diseluruh Kalteng. Ini kita lakukan melalui operasi pasar dengan mengerahkan RPK yang ada 300 unit itu. Kita akan berdayakan itu semua dalam rangka stabilitasi pangan," tuturnya.
Sebelumnya Mofit Saptono Subagio, Wakil Wali Kota Palangka Raya mengatakan masalah inflasi ini membuat kebutuhan meningkat. Bukan jumlah barangnya, melainkan biaya yang dikeluarkan menjadi lebih tinggi.
"Harga yang tinggi membuat barang yang biasanya bisa dibeli dengan harga Rp5.000 misalnya, bisa berubah menjadi Rp10.000 padahal barang yang didapat jumlahnya sama," tutur Mofit dalam rapat koordinasi sinkronisasi rencana kegiatan dan rencana aksi TPID, Kamis (19/5/2017).
Mofit meminta instansi terkait untuk memastikan stok barang tersedia. Sehingga, masyarakat tidak ketakutan barang habis kemudian berusaha menimbun untuk persediaan pribadi.
"Persediaan stok selama Ramadan harus kita jaga. Kita juga tetap harus mengadakan pasar penyeimbang demi menjaga stabilitas harga," tambahnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








