BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tekanan jual terhadap harga minyak sawit mentah (CPO) masih belum berakhir. Sempat menguat di awal perdagangan Selasa (30/5/2017), harga CPO kemudian kembali melemah.

"Tekanan jual terhadap CPO dipicu oleh penurunan harga minyak kedelai akibat liburnya Bursa Komoditas Dalian, Tiongkok dan Chicago, AS, yang memperdagangkan minyak kedelai pada perdagangan Senin kemarin," kata analis PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, dalam risetnya di Jakarta, Selasa.

Namun demikian, kata Putu, aksi jual bisa saja mereda jika pelaku pasar melihat pelemahan yang terjadi pada ringgit Malaysia terhadap dolar AS pada hari ini.

"Kurs ringgit yang melemah terhadap dolar memberikan peluang CPO untuk bangkit," ucapnya.

Selain itu, ujar Putu, jika melihat posisi CPO di level terendah satu bulan, kemungkinan akan memicu aksi bargain hunting. Pelaku pasar setidaknya masih memperkirakan akan adanya peningkatan permintaan di bulan Ramadan.

Potensi pergerakan CPO di Bursa Derivatif Malaysia pada hari ini di kisaran 2.485 – 2.550 ringgit per ton, sementara di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia kemungkinan diperdagangkan di kisaran 8.740 – 9.230 rupiah per kilogram. (NEDELYA RAMADHANI/m)