BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejumlah komponen dan tokoh lintas generasi, lintas suku dan budaya, lintas agama, dan lintas instansi, berkumpul di tugu Soekarno Palangka Raya, Kamis (1/6/2017) sore. Mereka mendeklarasikan semangat persatuan dan kesatuan Indonesia.
Komitmen meneguhkan kembali falsafah bernegara dan bermasyarakat yang berpegang teguh dengan Pancasila ini dilakukan bertepatan peringatan Hari Lahir Pancasila hari ini.Pengucapan deklarasi dilafalkan Ketua KNPI, Fairid Naparin.
Ada lima poin yang dideklarasikan oleh lintas tokoh Kalteng tersebut, pertama, menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan negara kesatuan republik indonesia (NKRI).
Kedua, menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat berbangsa, dan bernegara di Kalteng.
Ketiga, mengedepankan sikap toleransi antar pemeluk umat beragama, kesukuan, ras, golongan dan penganut keyakinan di Kalteng.
Keempat, bersama-sama memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalteng.
Kelima, menegaskan kembali Provinsi Kalteng Bumi Tambun Bungai sebagai Bumi Pancasila.
Berapa tokoh yang berdiri di depan tugu Soekarno tersebut antara lain Kapolda Kalteng, Danrem Panju Panjung, Wakil Gubernur Kalteng, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kalteng, Wakil Walikota Palangka Raya, mantan Wagub Kalteng Achmad Diran, tokoh Dayak Likas Tingkes.dan Sabran Ahmad, Tokoh Banjar Anwar Isa, Rektor IAIN Ibnu Elmi AS Pelu, dan beberapa deretan tokoh lainnya. (ROZIQIN/B-5)


