BORNEONEWS, Sampit - Suhaili (51) memang tidak pernah bisa berubah, kebiasaannya berlagak seperti bos kembali menyeretnya ke balik jeruji besi. Dulu ia ditangkap lantaran tidak punya uang membayar biaya pesta minuman keras (miras) di Lokalisasi Pal 12, Jalan Jenderal Sudirman Sampit, kali ini ia ketahuan mencuri handphone usai makan tak bayar di Hotel Aquarius Sampit.

Saat kasus pertamanya dulu, ia dilayani memesan puluhan botol miras di Pal 12 setelah mengaku sebagai kapten kapal. Di Aquarius ia mentraktir rekan-rekannya makan, mengaku sebagai bos tambang, karena perilakunya mencurigakan ia ditangkap oleh Satpam Aquarius, saat ditagih pembayaran makan ia tak bisa bayar.

Kejadian itu terjadi pada Selasa (18/4/2017) lalu, saat petugas keamanan hotel mengamankannya ditemukan sebuah tab merek Mito dan handphone Blackberry, saat akan diamankan ia mengaku handphone itu bukan miliknya tapi punya temannya.

Setelah ditelusuri ternyata ketahuan barang bukti itu hasil curian tersangka bersama sebuah jam tangan, yang ia curi di sebuah counter handphone Dila Ponsel milik Abdurahman yang berada dipertokoan Taman Kota Sampit, pada Senin (17/4/2017) sore.

Abdurahman merupakan teman lamanya. Korban menyerahkan handphone itu karena tersangka malamnya berjanji akan membayarnya. "Karena tidak saya bayar (gelapkan) saya dilaporkannya, ketahuan saat makan tidak bayar di hotel Aquarius saat itu," tukasnya saat pelimpahan berkas tahap II di Kejari Kotim, Senin (12/6/2017).

Dari catatan kriminalnya, warga asal Riau ini sudah dua kali masuk penjara, sebelumnya ia dihukum selama 16 bulan penjara, dan menghirup udara bebas pada Februari 2017 lalu. (NACO/B-5)