BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah mengalami tekanan akibat meningkatnya produksi di Indonesia dan Malaysia, harga minyak sawit mentah (CPO) bergerak menguat tajam pada perdagangan Senin (3/7).
Seorang pelaku pasar di bursa komoditi Jakarta, Selasa (4/7), mengatakan bahwa kenaikan harga CPO kemarin lebih didukung oleh sentimen positif dari penguatan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) dan minyak nabati lain di Dalian Commodity Exchange, Tiongkok.
Harga minyak sawit acuan untuk kontrak September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup naik 1,8 persen menjadi 2.503 ringgit ($582,57) per ton, yang merupakan penguatan tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
Menurut dia, penguatan harga minyak kedelai dan olein sawit di Dalian telah tampil sebagai penopang penguatan harga minyak sawit, yang belakangan terus mengalami pelemahan.
Adapun harga minyak kedelai di CBOT tumbuh 1,1 persen, Senin, setelah Departemen Pertanian AS melaporkan stok yang lebih rendah dari perkiraan. Sedangkan minyak kedelai di Dalian Commodity Exchange menguat 1,3 persen, dan olein sawit untuk kontrak September naik 1,1 persen.
Namun demikian, seorang pelaku pasar lainnya menyebutkan bahwa laju penguatan harga minyak sawit kemungkinan tidak berlangsung lama seiring dengan masih lemahnya kinerja ekspor setelah Ramadan dan Idul Fitri. (NEDELYA RAMADHANI/m)








