BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (19/7/2017) dan berada di level terendah dua pekan.
"Namun penurunan tajam sejak Senin serta kenaikan harga kompetitornya, yakni minyak kedelai, kemungkinan memicu aksi short covering yang mampu menahan harga dari penurunan lebih lanjut," kata analis PT Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra dalam risetnya di Jakarta, Rabu.
Adapun harga minyak kedelai naik tipis pada perdagangan Selasa di Chicago Board of Trade akibat cuaca yang hangat dan kering di AS yang dikhawatirkan dapat mengganggu produksi.
"Harga CPO masih mendapat tekanan dari tingkat produksi yang diperkirakan naik di bulan ini, setelah pada bulan Juni mengalami penurunan. Permintaan yang diperkirakan menurun serta kurs ringgit yang menguat juga menjadi sentimen negatif bagi CPO," imbuh Putu.
Putu mengatakan CPO diperdagangkan di kisaran 2.508 ringgit per ton di Bursa Derivatif Malaysia dengan potensi pergerakan di kisaran 2.485 – 2.530 ringgit per ton. Sementara potensi pergerakan di bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia berada di kisaran 8.190 – 8.510 rupiah per kg. (NEDELYA RAMADHANI/m)








