BORNEONEWS, Sampit - Kapolsek Pulau Hanaut Iptu Subarwi mengimbau warga maupun nelayan agar untuk sementara waktu tidak melaut karena gelombang sedang tinggi.

“Kami sudah melakukan sosialisasi dan mengimbau masyarakat untuk waspada gelombang tinggi,” terang Subarwi, Senin (31/7/2017).


Imbauan tersebut tidak hanya ditujukan kepada nelayan yang mencari ikan di sekitar laut Jawa saja, namun juga kepada motoris taksi kelotok atau feri kelotok yang melayani penyeberangan dari Kecamatan Mentaya Hilir Selatan - Pulau Hanaut. Hal itu dikarenakan saat ini di Sungai Mentaya gelombang juga cukup besar.  


Saat ini kondisi gelombang laut di perairan Kecamatan Pulau Hanaut cukup berbahaya bagi kapal atau kelotok yang berukuran kecil. Sehingga harus ekstra hati-hati, guna menjaga keselamatan dan menghindari laka air. 


“Jangankan yang di laut, yang di dalam Sungai Mentaya saja juga ombaknya cukup besar,” kata Subarwi.


Hal senada juga disampaikan sejumlah motoris kelotok di Pulau Hanaut. Kondisi gelombang yang tinggi membuat motoris semakin waspada. 


“Kita harus melihat kondisi gelombang, jadi biasanya ketika gelombang tinggi kami menyisir tepian pantai dulu dan ketika menyeberang tidak melawan atau menghantam gelombang sungai,” terang Andui, seorang motoris kelotok di Pulau Hanaut, Senin (31/7/2017).


Jika salah dalam menempatkan posisi saat mengemudikan kelotok atau perahu, maka bisa berdampak fatal dan bahkan bisa membuat kelotok terbalik.


“Ombaknya cukup besar, sehingga kita juga membatasi jumlah penumpang. Terlalu banyak penumpang berbahaya, karena kelotok pasti oleng,” ungkap Andui. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)